Jumat, 10 Agustus 2012

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG



Mengapa negara maju bisa Maju dan Indonesia tetap Terbelakang?

1.Perbedaan antara Negara Berkembang/Miskin dengan Negara Maju/Kaya bukan karena umurnya. Buktinya, Mesir dan India berumur lebih dari 2000 tahun, sedangkan Astralia, Singapura, Kanada dan New Zealand baru berumur kurang dari 150 tahun, tetapi jauh lebih maju.

2.Ketersediaan Sumber Daya Alam juga tidak menjamin sebuah negara menjadi maju atau tetap miskin, contohnya, Jepang adalah negara yang kecil ukuran daratannya, serta terbatas sumber daya alamnya, namun bisa menjadi raksasa Ekonomi Dunia, dengan cara mengimpor bahan2 baku dari negara2 berkembang, den mengekspor produk2 jadi ke L.N.

3.Ras atau warna kulit bukan menjadi penyebab maju atau terbelakangnya sebuah negara, buktinya para imigan asal Asia dan Afrika bisa menjadi Eksekutif, Tenaga Ahli atau Karyawan yang produktif, kreatif dan innovatif ketika mereka tinggal di Amerika atau Eropa.

Kesimpulan dari Analisis tersebut diatas: Perbedaannya ada pada Sikap atau Perilaku (Attitude) dari masyarakat masing-masing negara yang terbentuk melalui proses ratusan tahun dari pendidikan dan kebudayaan.

Berdasarkan penelitian yang mendalam, Negara-negara maju umumnya memiliki 9 Prinsip Dasar Kehidupan sbb:

1.Etika yang dijunjung tinggi

2.Kejujuran dan Integritas Masyarakat, Pemerintahan dan Individu yang tinggi

3.Sikap yang mau bertanggung-jawab

4.Menghormati hukum dan aturan masyarakat

5.Menghormati hak warga atau orang lainnya

6.Mencintai dan menekuni pekerjaan masing-masing

7.Gemar menabung dan ber-investasi (tidak boros, konsumtif)

8.Bekerja keras

9.Tepat waktu

Kesimpulannya, Indonesia miskin dan tetap terbelakang karena masyarakatnya berperilaku kurang tepat, kurang baik, tidak mau menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas sebagaimana layaknya yang dilakukan di banyak negara-negara maju di Dunia ini.

Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau di masa sekarang, melalui proses globalisasi.


Sumber : Rahasia Ketajaman Mata Hati
Foto: NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Mengapa negara maju bisa Maju dan Indonesia tetap Terbelakang?

1.Perbedaan antara Negara Berkembang/Miskin dengan Negara Maju/Kaya bukan karena umurnya. Buktinya, Mesir dan India berumur lebih dari 2000 tahun, sedangkan Astralia, Singapura, Kanada dan New Zealand baru berumur kurang dari 150 tahun, tetapi jauh lebih maju.

2.Ketersediaan Sumber Daya Alam juga tidak menjamin sebuah negara menjadi maju atau tetap miskin, contohnya, Jepang adalah negara yang kecil ukuran daratannya, serta terbatas sumber daya alamnya, namun bisa menjadi raksasa Ekonomi Dunia, dengan cara mengimpor bahan2 baku dari negara2 berkembang, den mengekspor produk2 jadi ke L.N.

3.Ras atau warna kulit bukan menjadi penyebab maju atau terbelakangnya sebuah negara, buktinya para imigan asal Asia dan Afrika bisa menjadi Eksekutif, Tenaga Ahli atau Karyawan yang produktif, kreatif dan innovatif ketika mereka tinggal di Amerika atau Eropa.

Kesimpulan dari Analisis tersebut diatas: Perbedaannya ada pada Sikap atau Perilaku (Attitude) dari masyarakat masing-masing negara yang terbentuk melalui proses ratusan tahun dari pendidikan dan kebudayaan.

Berdasarkan penelitian yang mendalam, Negara-negara maju umumnya memiliki 9 Prinsip Dasar Kehidupan sbb:
1.Etika yang dijunjung tinggi
2.Kejujuran dan Integritas Masyarakat, Pemerintahan dan Individu yang tinggi
3.Sikap yang mau bertanggung-jawab
4.Menghormati hukum dan aturan masyarakat
5.Menghormati hak warga atau orang lainnya
6.Mencintai dan menekuni pekerjaan masing-masing
7.Gemar menabung dan ber-investasi (tidak boros, konsumtif)
8.Bekerja keras
9.Tepat waktu

Kesimpulannya, Indonesia miskin dan tetap terbelakang karena masyarakatnya berperilaku kurang tepat, kurang baik, tidak mau menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas sebagaimana layaknya yang dilakukan di banyak negara-negara maju di Dunia ini.

Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau di masa sekarang, melalui proses globalisasi.

Sumber : Rahasia Ketajaman Mata Hati

# Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah #



Tidur Miring Cantik ala Rasulullah

Adab-adab tidur sesuai ajaran Rasulullah SAW memang sudah sepantasnya kita terapkan. Bila kita mengikuti adabnya, maka Insya Allah tidur kita dinilai i

badah. Apabila tidur kita dinilai ibadah, coba bayangkan berapa banyak pahala yang kita dapatkan seumur hidup dari tidur kita? Katakan kita tidur 8 jam sehari, maka 1/3 dari hari kita gunakan hanya untuk tidur! Kalau ditelusuri terus sampai akhir hidup, maka kita menggunakan 1/3 hidup kita hanya untuk tidur! Maka dari itu kegiatan rutin ini merupakan hal yang sangat penting untuk menerapkan adab sesuai ajaran Rasulullah. Berikut di bawah hadist panduannya :


1. Dianjurkan Berintrospeksi Diri Sebelum Tidur

Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuha-sabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, menge-valuasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.

2. Berwudhu Sebelum Tidur

Kita sebaiknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

3. Mengibaskan Tempat Tidur Sebelum Tidur

Sebelum tidur, hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050).

4. Posisi Tidur yang Baik adalah Miring ke Sebelah Kanan

ntuk posisi tidur, sebaiknya posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan). Tidak menjadi masalah jika pada saat tidur nanti posisi kita berubah ke atas sisi kiri. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350).

5. Membaca Do’a Sebelum Tidur

“Bismikaallahumma ahya wa bismika wa amuut”. Yang artinya : Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.

6. Apabila Gelisah

Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut: “A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.” Yang artinya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya).

7. Tidak Boleh Telanjang

Pada saat tidur tidak boleh telanjang berdasarkan hadits berikut : “Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa”. (HR. Muslim).

8. Sesama Jenis Kelamin, Dilarang Tidur Satu Selimut

Laki2 dengan laki2 atau wanita dengan wanita tidak boleh tidur dalam satu selimut seperti hadits berikut : “Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut”. (HR. Muslim).

9. Makruh tidur tengkurap

Abu Dzar Radhiallaahu anhu menuturkan : Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda : Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

10. Makruh tidur di atas dak terbuka

Karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya. (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

11. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur

Dari Jabir Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwa sesung-guhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman. (Muttafaq `alaih)

12. Disunnahkan mengusap Wajah dengan Tangan setelah Bangun

Berdasarkan hadits berikut : “Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)].

13. Jika Bermimpi Buruk

Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun, kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).

14. Bersiwak Setelah Bangun

Berdasarkan hadits berikut : “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255).

15. Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar

Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238).

16. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali

Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278).


Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa posisi tidur yang paling baik adalah bertumpu pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan), dan ternyata hal ini sesuai dengan riset ilmiah yang telah dilakukan oleh beberapa orang. Berdasarkan riset ilmiah, posisi tidur seperti ini lebih menyehatkan daripada tiga posisi yang lain, yaitu tidur telentang , tengkurap, dan tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh.

Posisi Telentang : Tidur berbaring dengan posisi telentang kurang sehat, sebab menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC.

Tidur Tengkurap : Tidur tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan. Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

Posisi Kiri : Tidur dengan bertumpu pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) dapat menghimpit posisi jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan pasokan darah ke otak berkurang. Dengan berkurangnya pasokan darah ke otak, tidur pada posisi kiri dapat pula mengakibatkan kita sering mengalami mimpi-mimpi tidak baik (nightmares), serta berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme).

Original Article's Title is Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah | A TechnoLedge Blog
in http://muhfachrizal.blogspot.com/
Under Creative Commons License: Attribution


"Wallahu A'lam Bish Showab,
======> =====>======>
Bagi sahabat yg mau bersilaturrohim dgn salah satu admin disini silahkan klik disini https://www.facebook.com/khotimah.Lightcoco

Gabung juga yuk di Fans Page kami ini, untuk Berbagi Ilmu dan Motivasi Islami, inspirasi Islam, kisah-kisah teladan dan masih banainnya. insyaAllah bermanfaat:
dengan cara klik di masing2 Link ini, kemudian klik suka.disini http://www.facebook.com/putrykarisma
===> ^_~
===>
===> dan jangan lupa ajak sahabat2 yg lain untuk ikut bergabung, Mari kita saling berbagi. jadikanlah facebook untuk menyebarkan ilmu pengetahuan & amal kebaikan. !!!
"Sebaik-baik Manusia ialah yg bisa memberi manfaat kepada yg lain" (Al-Hadits)

Foto: # Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah #

Tidur Miring Cantik ala Rasulullah

Adab-adab tidur sesuai ajaran Rasulullah SAW memang sudah sepantasnya kita terapkan. Bila kita mengikuti adabnya, maka Insya Allah tidur kita dinilai i
badah. Apabila tidur kita dinilai ibadah, coba bayangkan berapa banyak pahala yang kita dapatkan seumur hidup dari tidur kita? Katakan kita tidur 8 jam sehari, maka 1/3 dari hari kita gunakan hanya untuk tidur! Kalau ditelusuri terus sampai akhir hidup, maka kita menggunakan 1/3 hidup kita hanya untuk tidur! Maka dari itu kegiatan rutin ini merupakan hal yang sangat penting untuk menerapkan adab sesuai ajaran Rasulullah. Berikut di bawah hadist panduannya :


1. Dianjurkan Berintrospeksi Diri Sebelum Tidur

Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuha-sabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, menge-valuasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.

2. Berwudhu Sebelum Tidur

Kita sebaiknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

3. Mengibaskan Tempat Tidur Sebelum Tidur

Sebelum tidur, hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050).

4. Posisi Tidur yang Baik adalah Miring ke Sebelah Kanan

ntuk posisi tidur, sebaiknya posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan). Tidak menjadi masalah jika pada saat tidur nanti posisi kita berubah ke atas sisi kiri. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350).

5. Membaca Do’a Sebelum Tidur

“Bismikaallahumma ahya wa bismika wa amuut”. Yang artinya : Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.

6. Apabila Gelisah

Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut: “A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.” Yang artinya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya).

7. Tidak Boleh Telanjang

Pada saat tidur tidak boleh telanjang berdasarkan hadits berikut : “Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa”. (HR. Muslim).

8. Sesama Jenis Kelamin, Dilarang Tidur Satu Selimut

Laki2 dengan laki2 atau wanita dengan wanita tidak boleh tidur dalam satu selimut seperti hadits berikut : “Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut”. (HR. Muslim).

9. Makruh tidur tengkurap

Abu Dzar Radhiallaahu anhu menuturkan : Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda : Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

10. Makruh tidur di atas dak terbuka

Karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya. (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

11. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur

Dari Jabir Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwa sesung-guhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman. (Muttafaq `alaih)

12. Disunnahkan mengusap Wajah dengan Tangan setelah Bangun

Berdasarkan hadits berikut : “Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)].

13. Jika Bermimpi Buruk

Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun, kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).

14. Bersiwak Setelah Bangun

Berdasarkan hadits berikut : “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255).

15. Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar

Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238).

16. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali

Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278).


Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa posisi tidur yang paling baik adalah bertumpu pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan), dan ternyata hal ini sesuai dengan riset ilmiah yang telah dilakukan oleh beberapa orang. Berdasarkan riset ilmiah, posisi tidur seperti ini lebih menyehatkan daripada tiga posisi yang lain, yaitu tidur telentang , tengkurap, dan tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh.

Posisi Telentang : Tidur berbaring dengan posisi telentang kurang sehat, sebab menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC.

Tidur Tengkurap : Tidur tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan. Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

Posisi Kiri : Tidur dengan bertumpu pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) dapat menghimpit posisi jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan pasokan darah ke otak berkurang. Dengan berkurangnya pasokan darah ke otak, tidur pada posisi kiri dapat pula mengakibatkan kita sering mengalami mimpi-mimpi tidak baik (nightmares), serta berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme).

Original Article's Title is Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah | A TechnoLedge Blog
in http://muhfachrizal.blogspot.com/
Under Creative Commons License: Attribution


"Wallahu A'lam Bish Showab,
======> =====>======>
Bagi sahabat yg mau bersilaturrohim dgn salah satu admin disini silahkan klik disini https://www.facebook.com/khotimah.Lightcoco

Gabung juga yuk di Fans Page kami ini, untuk Berbagi Ilmu dan Motivasi Islami, inspirasi Islam, kisah-kisah teladan dan masih banainnya. insyaAllah bermanfaat:
dengan cara klik di masing2 Link ini, kemudian klik suka.disini http://www.facebook.com/putrykarisma
===> ^_~
===>
===> dan jangan lupa ajak sahabat2 yg lain untuk ikut bergabung, Mari kita saling berbagi. jadikanlah facebook untuk menyebarkan ilmu pengetahuan & amal kebaikan. !!!
"Sebaik-baik Manusia ialah yg bisa memberi manfaat kepada yg lain" (Al-Hadits)

Perempuan



SOSOK laki laki tua, bertubuh kasar, berambut putih berdiri tegak di muka anak anaknya. Mukanya merah padam, matanya melotot dan tangannya diacungkan ke arah mereka.

“Kalian semua goblog, bodoh dan belum mengerti apa maksud yan
g aku lakukan untuk iparmu”, ujar sang ayah yang sedang marah setengah mati kepada mereka.
Masalahnya sangat sepele.
Sang ayah mencitai mantunya dan mendapat perhatian sang ayah melebihi dari mereka. Ini yang membuat mereka menjadi kelotokan dan benci. Kebencian ini menimbulkan sengketa besar.
Sang ayah selalu mendukung mantunya yang menambah keributan menjadi lebih sengit antara sang ayah dan anak anaknya.

Seminggu setelah keributan, sang ayah mengundang semua anak dan mantunya untuk makan siang bersama. Selesai makan, sang ayah menyuruh anak perempuannya masuk ke kamarnya alasannya ada sesuatu yang perlu dibicarakan.


Tiba-tiba dari dalam kamar terdengar suara sang ayah berteriak dengan nada keras membentak anak perempuannya.

“Buka bajumu!”, kata sang ayah.
Anaknya bingung bukan kepalang kenapa sang ayah secara tiba tiba berobah. Karna takut padanya, terpaksa anak perempuan itu melocotkan bajunya hanya yang tersisa, maaf, kutang dan celana dalamnya. Kemudian terdengar lagi teriakan sang ayah dari dalam kamar dengan nada lebih keras
“Keluar! Ayo keluar!”.
Perintah sang ayah yang kedua ini sangat sulit diterima.
Ia membantahnya. Tapi sang ayah menyeret dan memaksanya agar tetap menurut perintahnya. Dengan sangat terpaksa akhirnya ia keluar juga dari kamar sambil menangis dengan aurat terbuka.

Semua yang berada di ruang makan heran dan tidak ada yang berkomentar.

Saudara-saudaranya hanya melihat dan tidak mengeluarkan reaksi apa apa. Begitu pula ibunya hanya melongo dan melotot melihat kejadian ini. Apalagi adik perempuannya tutup mulut, bungkam dan tidak berani berkutik dan bertindak apa apa.
Semua yang ada di ruang makan hanya bisa melihat apa yang didilakukan sang ayah.

Tiba tiba..suaminya (mantu sang ayah) dengan tidak sadar, begitu melihat istrinya keluar dari kamar dalam keadaan yang tidak sopan, langsung menarik supra makan dan lari menutupi aurat istrinya yang sedang berdiri menangis. Ditutupi tubuhnya dengan supra, dirangkulnya dan dimasukan kedalam kamar.


Setelah itu, sang ayah keluar dari kamar dan berkata “Nah! sekarang kalian tahu kenapa aku menaruh perhatian kepada mantuku dan kenapa aku mencintainya. Karna dia menaruh perhatian pada anakku dan mencintainya. Kalian berdua tidak ada yang bangun menutupi aurat adikmu. Kamu tahu, hidup itu harus membawa missi bukan untuk sendiri, harus saling mencintai antara keluarga, lingkungan dan masyarakat. Jangan hidup untuk dirimu tok. Berartilah untuk sesama. Orang egois seperti benalu. hidup subur tapi mematikan yang lain. Manusia yang hidup hanya untuk dirinya, sadar atau tidak sadar merusak kehidupan dan lingkungan”.


Masya Allah, suguh arif dan bijaksana sosok laki kaki tua itu, sungguh adil, cermat dan wibawa. Semua kekerasan dan tindakan kasar yang dilakukannya demi mendidik anak anaknya bahwa hidup ini tidak kerdil, picik dan eqois. Akan tetapi hidup ini penuh dengan rasa cinta, penuh dengan rasa sayang terhadap sesama keluarga, penuh dengan perhatian terhadap lingkukang dan masyarakat.


Pula tindakan sang ayah trb menunjukan kecintaan dan perhatiannya terhadap anak perempuanya melebihi dari kecintaan dan perhatiannya terhadap kedua anak laki lakinya. Ia tahu persis bahwa yang diperbuat itu akan mendapat ridho Allah dan akan memperoleh derajat yang luhur dari Nya. Karna Allah telah menjajikan surga dan derajat yang luhur bagi yang dianugrahi anak perempuan dan bisa memelihara dan menjaganya sehingga berketurunan.


Diriwayatkan oleh Muslim dari Anas, Rasulallah saw bersabda “Siapa yang dianugrahi dua anak perempuan dan menjaga mereka sehingga dewasa dan berketurunan, maka Allah menyamakan baginya derajat setinggi derajatku di surga”.


Islam tidak cukup hanya menganjurkan kita untuk menjaga anak-anak perempuan dan memelihara mereka. Akan tetapi Islam menganjurkan pula untuk berbuat baik, berkata baik, berkelakuan baik dan bermuamalah baik terhadap mereka. Rasulallah saw telah bersabda “Sebaik baiknya diantara kalian adalah yang berbuat baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap keluargaku. Orang yang menghargai dan menghormati perempuan adalah orang arif dan karim sedang orang yang menghina dan tidak memperhatikan perempuan adalah orang kejam dan keji”.


Pada Haji Akbar tahun 10H, Rasulallah saw menunaikan ibadah haji Wada’ bersama sama keluarganya, sahabatnya dan umat Islam yang bilanganya tidak kurang dari 100 ribu. Haji Wada’ ini merupakan haji yang terakir dilakukan Rasulallah saw. Tiga bulan setelah itu beliau pulang ke rahmatullah memenuhi panggilaan Nya. Pada Haji Wada’ ini, beliau telah berkhutbah di hadapan ratusan ribu umat Islam yang sedang menunaikan ibadah Haji bersama sama beliau. Khutbah ini merupakan khutbah yang syamil, sempurna dan terkumpul di dalamnya semua masalah-masalah agama, sehingga dinamakah “Al-Khutbah Al-Jamia’h”.


Pada saat itu, Rasulallah wukuf bersama sama karabatnya, sahabatnya dan umat Islam di Padang Arafat. Semua berkumpul dengan pakaian serba putih, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya, tidak ada perbedaan antara kulit hitam dan putih. Semua tunduk, taat dan khusyu’ dihadapan Pencipta alam semesta. Semua berkata “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar. Labikaika Allahuma Labaik” Pada saat itu Rasulallah naik keatas jabal Arafah. Dari sana beliau berpesan dan bewasiat kepada umatnya, pesan dan wasiat yang terakhir. Diantara pesan dan wasiat beliau yang panjang lebar, terselip pesan dan wasiat yang berbunyi: “Bertakwalah kalian kepada Allah. Aku berpesan dan berwasiat kepada kalian agar menjaga dan berbuat baik terhadap perempuan”


Kecintaan dan perhatian Rasulallah saw terhadap perempuan melebihi dari kecintaan dan perhatianya terhadap yang lain. Beliau telah dianugrahi empat anak perempuan dari istrinya pertama Khadijah binti Khuailid ra (Umu Kaltsum, Ruqayyah, Zainab dan Fatimah) semua hidup sampai dewasa dan berkeluarga. Alangkah mesranya beliau hidup bersama mereka. Mereka semua mendapat kecintaan, penghormatan dan penghargaan dari beliau secara berlebih-lebihan.


Pernah satu kali, Siti Fatimah, anak beliau yang paling bontot, datang bertamu ke rumah beliau. Ketika Rasulallah saw melihat Siti Fatimah berada di muka pintu. Beliau berdiri dari tempat duduk dan segra bangun menyabut kedatangan anak bungsunya Fatimah. Rasulallah saw mengelar burdah (serban) beliau dan diduduki Fatimah di atas burdah berdekatan dengan beliau. Fatimah mecium tangan dan kepala beliau. Begitu pula Rasulallah saw menciumnya dengan penuh kecintaan, penghargaan , dan penghormatan. Itulah contoh yang patut ditiru dari Nabi kita Muhammad saw untuk kita jadikan ladang penghormatan, penghargaan dan kecintaan terhadap kaum wanita.


Terakhir, saya akan bawakan dalam obrolan ini contoh dari sahabat Nabi, Umar bin Khattab di saat anak perempuanya Hafsa binti Umar ditinggal oleh suaminya Khunais bin Hudhafa karna mati syahid dalam peperangan Badr. Pada saat itu Hafsa berusia 18 tahun, masih terlalu muda untuk menjadi janda. Umar bin Khattab ra menangis dan sangat sedih sekali memikirkan nasib anak perempuanya. Siang malam difikirkannya dan mejadi beban yang sangat berat untuk dipikul. Hafsa sendiri tidak sesedih ayahnya.


Dengan tampak tedeng aling aling, Umar ra menawarkan Abu Bakar siddik ra untuk menyuntingnya. Beliau menolak dengan baik. Penolakannya membuat Umar ra menjadi lebih sedih. Kemudian Umar ra tidak segan segan pula menawarkan Utsman bin Affan ra agar bisa mengambil anaknya Hafsa sebagai istrinya. Utsman pun menolaknya dengan baik. Hal ini menambah kesedihannya menjadi lebih parah lagi.


Akhirnya, Umar ra datang kepada Rasulallah saw untuk mengadukan kesedihannya, karna beliau adalah satu satunya orang yang bisa memberi ketenangan dan ketentraman dalam kehidupanya. Rasulallah saw mendengar aduan Umar ra dengan penuh perhatian dan rasa terharu. Setelah itu beliau berkata: “Hafsha akan disunting orang yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman”. Tentu tidak ada makhluk di dunia ini yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman selain Rasulullah saw.


Tidak bisa dilukiskan betapa gembiranya sayyidina Umar mendengar tawaran Rasulallah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi. Betul betul ini merupakan surprise dan kejutan baginya karena orang yang paling termulia di dunia akan menjadi mantunya. Dari senangnya, beliau lari terbirit birit mejuju rumahnya untuk mengabarkan Hafsha bahwa ia akan menjadi istri Rasulallah, akan menjadi pendamping Rasulallah raw, akan menjadi manusia yang berpangkat luhur di sisi Allah, akan menjadi “Ummul Muminin”.


Begitulah Umar bin Khattab ra yang pernah mengubur hidup hidup anak perempuanya pada zaman Jahiliyah dan merasa terhina dan tercela jika medapatkan anak perempua sesuai dengan firman Allah dalam Al Qura’n “Padahal apabila salah seorang diantara mereka diberi kabar gembira (kelahiran anak perempuan) dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah. Jadilah mukanya hitam pekak, sedang dia amat menahan sedih”. Akan tetapi setelah masuk Islam, Umar ra berobah 180 derajat menjadi manusia yang menghargai, menghormati anak perempuanya.


Terakhir saya tutup obrolan ini dengan firman Allah yang berbunyi didalam Surat An-Nisa’ yang artinya Surat Perempaun. Surat ini disebut di dalam Al Qura’n sebagai tanda penghormatan Islam terhadap kaum perempuan: “Tentang bapak-bapak mu dan anak anak laki-laki mu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih banyak manfa’at bagimu “. Dan saya bawakan pula hidits al Qudsi yang berbunyi: Jika lahir anak laki laki maka Allah berkata kepadanya: “keluarlah kamu dan bantulah orang tuamu”. Akan tetapi jika lahir anak perempuan maka Allah berkata kepadanya: “Keluarlah kamu dan aku akan bantu orang tuamu”.


Sekarang mana yang lebih indah bantuan Allah atau bantuan manusia?


Wallahua’lam


Semoga kita bisa mengambil Hikmah dari kisah-kisah di atas


Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat.


Oleh: Hasan Husen Assagaf

Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Foto: Perempuan

SOSOK laki laki tua, bertubuh kasar, berambut putih berdiri tegak di muka anak anaknya. Mukanya merah padam, matanya melotot dan tangannya diacungkan ke arah mereka. 

“Kalian semua goblog, bodoh dan belum mengerti apa maksud yang aku lakukan untuk iparmu”, ujar sang ayah yang sedang marah setengah mati kepada mereka. 
Masalahnya sangat sepele. 
Sang ayah mencitai mantunya dan mendapat perhatian sang ayah melebihi dari mereka. Ini yang membuat mereka menjadi kelotokan dan benci. Kebencian ini menimbulkan sengketa besar. 
Sang ayah selalu mendukung mantunya yang menambah keributan menjadi lebih sengit antara sang ayah dan anak anaknya.

Seminggu setelah keributan, sang ayah mengundang semua anak dan mantunya untuk makan siang bersama. Selesai makan, sang ayah menyuruh anak perempuannya masuk ke kamarnya alasannya ada sesuatu yang perlu dibicarakan. 

Tiba-tiba dari dalam kamar terdengar suara sang ayah berteriak dengan nada keras membentak anak perempuannya. 
“Buka bajumu!”, kata sang ayah. 
Anaknya bingung bukan kepalang kenapa sang ayah secara tiba tiba berobah. Karna takut padanya, terpaksa anak perempuan itu melocotkan bajunya hanya yang tersisa, maaf, kutang dan celana dalamnya. Kemudian terdengar lagi teriakan sang ayah dari dalam kamar dengan nada lebih keras 
“Keluar! Ayo keluar!”.
Perintah sang ayah yang kedua ini sangat sulit diterima. 
Ia membantahnya. Tapi sang ayah menyeret dan memaksanya agar tetap menurut perintahnya. Dengan sangat terpaksa akhirnya ia keluar juga dari kamar sambil menangis dengan aurat terbuka. 

Semua yang berada di ruang makan heran dan tidak ada yang berkomentar. 
Saudara-saudaranya hanya melihat dan tidak mengeluarkan reaksi apa apa. Begitu pula ibunya hanya melongo dan melotot melihat kejadian ini. Apalagi adik perempuannya tutup mulut, bungkam dan tidak berani berkutik dan bertindak apa apa. 
Semua yang ada di ruang makan hanya bisa melihat apa yang didilakukan sang ayah.

Tiba tiba..suaminya (mantu sang ayah) dengan tidak sadar, begitu melihat istrinya keluar dari kamar dalam keadaan yang tidak sopan, langsung menarik supra makan dan lari menutupi aurat istrinya yang sedang berdiri menangis. Ditutupi tubuhnya dengan supra, dirangkulnya dan dimasukan kedalam kamar. 

Setelah itu, sang ayah keluar dari kamar dan berkata “Nah! sekarang kalian tahu kenapa aku menaruh perhatian kepada mantuku dan kenapa aku mencintainya. Karna dia menaruh perhatian pada anakku dan mencintainya. Kalian berdua tidak ada yang bangun menutupi aurat adikmu. Kamu tahu, hidup itu harus membawa missi bukan untuk sendiri, harus saling mencintai antara keluarga, lingkungan dan masyarakat. Jangan hidup untuk dirimu tok. Berartilah untuk sesama. Orang egois seperti benalu. hidup subur tapi mematikan yang lain. Manusia yang hidup hanya untuk dirinya, sadar atau tidak sadar merusak kehidupan dan lingkungan”. 

Masya Allah, suguh arif dan bijaksana sosok laki kaki tua itu, sungguh adil, cermat dan wibawa. Semua kekerasan dan tindakan kasar yang dilakukannya demi mendidik anak anaknya bahwa hidup ini tidak kerdil, picik dan eqois. Akan tetapi hidup ini penuh dengan rasa cinta, penuh dengan rasa sayang terhadap sesama keluarga, penuh dengan perhatian terhadap lingkukang dan masyarakat. 

Pula tindakan sang ayah trb menunjukan kecintaan dan perhatiannya terhadap anak perempuanya melebihi dari kecintaan dan perhatiannya terhadap kedua anak laki lakinya. Ia tahu persis bahwa yang diperbuat itu akan mendapat ridho Allah dan akan memperoleh derajat yang luhur dari Nya. Karna Allah telah menjajikan surga dan derajat yang luhur bagi yang dianugrahi anak perempuan dan bisa memelihara dan menjaganya sehingga berketurunan. 

Diriwayatkan oleh Muslim dari Anas, Rasulallah saw bersabda “Siapa yang dianugrahi dua anak perempuan dan menjaga mereka sehingga dewasa dan berketurunan, maka Allah menyamakan baginya derajat setinggi derajatku di surga”. 

Islam tidak cukup hanya menganjurkan kita untuk menjaga anak-anak perempuan dan memelihara mereka. Akan tetapi Islam menganjurkan pula untuk berbuat baik, berkata baik, berkelakuan baik dan bermuamalah baik terhadap mereka. Rasulallah saw telah bersabda “Sebaik baiknya diantara kalian adalah yang berbuat baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap keluargaku. Orang yang menghargai dan menghormati perempuan adalah orang arif dan karim sedang orang yang menghina dan tidak memperhatikan perempuan adalah orang kejam dan keji”. 

Pada Haji Akbar tahun 10H, Rasulallah saw menunaikan ibadah haji Wada’ bersama sama keluarganya, sahabatnya dan umat Islam yang bilanganya tidak kurang dari 100 ribu. Haji Wada’ ini merupakan haji yang terakir dilakukan Rasulallah saw. Tiga bulan setelah itu beliau pulang ke rahmatullah memenuhi panggilaan Nya. Pada Haji Wada’ ini, beliau telah berkhutbah di hadapan ratusan ribu umat Islam yang sedang menunaikan ibadah Haji bersama sama beliau. Khutbah ini merupakan khutbah yang syamil, sempurna dan terkumpul di dalamnya semua masalah-masalah agama, sehingga dinamakah “Al-Khutbah Al-Jamia’h”. 

Pada saat itu, Rasulallah wukuf bersama sama karabatnya, sahabatnya dan umat Islam di Padang Arafat. Semua berkumpul dengan pakaian serba putih, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya, tidak ada perbedaan antara kulit hitam dan putih. Semua tunduk, taat dan khusyu’ dihadapan Pencipta alam semesta. Semua berkata “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar. Labikaika Allahuma Labaik” Pada saat itu Rasulallah naik keatas jabal Arafah. Dari sana beliau berpesan dan bewasiat kepada umatnya, pesan dan wasiat yang terakhir. Diantara pesan dan wasiat beliau yang panjang lebar, terselip pesan dan wasiat yang berbunyi: “Bertakwalah kalian kepada Allah. Aku berpesan dan berwasiat kepada kalian agar menjaga dan berbuat baik terhadap perempuan” 

Kecintaan dan perhatian Rasulallah saw terhadap perempuan melebihi dari kecintaan dan perhatianya terhadap yang lain. Beliau telah dianugrahi empat anak perempuan dari istrinya pertama Khadijah binti Khuailid ra (Umu Kaltsum, Ruqayyah, Zainab dan Fatimah) semua hidup sampai dewasa dan berkeluarga. Alangkah mesranya beliau hidup bersama mereka. Mereka semua mendapat kecintaan, penghormatan dan penghargaan dari beliau secara berlebih-lebihan. 

Pernah satu kali, Siti Fatimah, anak beliau yang paling bontot, datang bertamu ke rumah beliau. Ketika Rasulallah saw melihat Siti Fatimah berada di muka pintu. Beliau berdiri dari tempat duduk dan segra bangun menyabut kedatangan anak bungsunya Fatimah. Rasulallah saw mengelar burdah (serban) beliau dan diduduki Fatimah di atas burdah berdekatan dengan beliau. Fatimah mecium tangan dan kepala beliau. Begitu pula Rasulallah saw menciumnya dengan penuh kecintaan, penghargaan , dan penghormatan. Itulah contoh yang patut ditiru dari Nabi kita Muhammad saw untuk kita jadikan ladang penghormatan, penghargaan dan kecintaan terhadap kaum wanita. 

Terakhir, saya akan bawakan dalam obrolan ini contoh dari sahabat Nabi, Umar bin Khattab di saat anak perempuanya Hafsa binti Umar ditinggal oleh suaminya Khunais bin Hudhafa karna mati syahid dalam peperangan Badr. Pada saat itu Hafsa berusia 18 tahun, masih terlalu muda untuk menjadi janda. Umar bin Khattab ra menangis dan sangat sedih sekali memikirkan nasib anak perempuanya. Siang malam difikirkannya dan mejadi beban yang sangat berat untuk dipikul. Hafsa sendiri tidak sesedih ayahnya. 

Dengan tampak tedeng aling aling, Umar ra menawarkan Abu Bakar siddik ra untuk menyuntingnya. Beliau menolak dengan baik. Penolakannya membuat Umar ra menjadi lebih sedih. Kemudian Umar ra tidak segan segan pula menawarkan Utsman bin Affan ra agar bisa mengambil anaknya Hafsa sebagai istrinya. Utsman pun menolaknya dengan baik. Hal ini menambah kesedihannya menjadi lebih parah lagi. 

Akhirnya, Umar ra datang kepada Rasulallah saw untuk mengadukan kesedihannya, karna beliau adalah satu satunya orang yang bisa memberi ketenangan dan ketentraman dalam kehidupanya. Rasulallah saw mendengar aduan Umar ra dengan penuh perhatian dan rasa terharu. Setelah itu beliau berkata: “Hafsha akan disunting orang yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman”. Tentu tidak ada makhluk di dunia ini yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman selain Rasulullah saw. 

Tidak bisa dilukiskan betapa gembiranya sayyidina Umar mendengar tawaran Rasulallah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi. Betul betul ini merupakan surprise dan kejutan baginya karena orang yang paling termulia di dunia akan menjadi mantunya. Dari senangnya, beliau lari terbirit birit mejuju rumahnya untuk mengabarkan Hafsha bahwa ia akan menjadi istri Rasulallah, akan menjadi pendamping Rasulallah raw, akan menjadi manusia yang berpangkat luhur di sisi Allah, akan menjadi “Ummul Muminin”. 

Begitulah Umar bin Khattab ra yang pernah mengubur hidup hidup anak perempuanya pada zaman Jahiliyah dan merasa terhina dan tercela jika medapatkan anak perempua sesuai dengan firman Allah dalam Al Qura’n “Padahal apabila salah seorang diantara mereka diberi kabar gembira (kelahiran anak perempuan) dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah. Jadilah mukanya hitam pekak, sedang dia amat menahan sedih”. Akan tetapi setelah masuk Islam, Umar ra berobah 180 derajat menjadi manusia yang menghargai, menghormati anak perempuanya.

Terakhir saya tutup obrolan ini dengan firman Allah yang berbunyi didalam Surat An-Nisa’ yang artinya Surat Perempaun. Surat ini disebut di dalam Al Qura’n sebagai tanda penghormatan Islam terhadap kaum perempuan: “Tentang bapak-bapak mu dan anak anak laki-laki mu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih banyak manfa’at bagimu “. Dan saya bawakan pula hidits al Qudsi yang berbunyi: Jika lahir anak laki laki maka Allah berkata kepadanya: “keluarlah kamu dan bantulah orang tuamu”. Akan tetapi jika lahir anak perempuan maka Allah berkata kepadanya: “Keluarlah kamu dan aku akan bantu orang tuamu”. 

Sekarang mana yang lebih indah bantuan Allah atau bantuan manusia?

Wallahua’lam

Semoga kita bisa mengambil Hikmah dari kisah-kisah di atas

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat.

Oleh: Hasan Husen Assagaf
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

.. WHAT IS HAPPINESS .. ? ... APAKAH KEBAHAGIAAN ITU ..?!? ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... "Jadilah engkau ibarat seorang yang terasing atau seorang yang numpang lewat saja." (Al-Hadits)

"... Maka beruntunglah orang-orang yang teras
ing." (Al-Hadits)

Kebahagiaan itu bukanlah istana Abdul Malik ibn Marwan, bukan pula pasukan Harun ar-Rasyid, bukan rumah mewah Al-Jashshash, bukan harta simpanan Qarun, bukan yang ada dalam buku Asy Syifâ' karya ibn Sina, bukan pula dalam koleksi syair (diwan) Al-Mutanabbi, dan bukan di taman-taman Cordoba, atau kebun-kebun bunga lainnya.

Kebahagiaan itu, menurut para sahabat, adalah sesuatu yang tidak banyak menyibukkan, kehidupan yang sangat sederhana, dan penghasilan yang pas-pasan.

Kebahagiaan itu menurut Ibnul Musayyib adalah pemahamannya terhadap Rabb-nya, menurut Al-Bukhari shahîh-nya, menurut Al-Hasan Al-Bashriy kejujurannya, menurut Asy-Syafi'iy hukum-hukum yang disimpulkannya, menurut Malik kehati-hatiannya, menurut Ahmad ibn Hanbal sikap wara'-nya, dan menurut Tsabit Al-Bunani ibadahnya.

"Yang demikian itu ialah mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskan bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shalih." {QS. At-Taubah : 120}

.....
Kebahagiaan itu tidak terletak pada cek yang dicairkan, tidak pada kendaraan yang dibeli, bukan pada wangi bunga yang semerbak, bukan pada gandum yang ditumbuk, dan bukan pula pada kain yang dibentangkan.

Kebahagiaan itu adalah keriangan hati, karena kebenaran yang dihayatinya. Kebahagiaan adalah kelapangan dada, karena prinsip yang menjadi pedoman hidup. Juga, kebahagiaan adalah ketenangan hati, karena kebaikan di sekelilingnya.

Anggapan kita, ketika telah berhasil memperluas rumah, ketika bisa memperbanyak barang, dan ketika berhasil menumpuk semua perabotan dan apa saja yang kita senangi, kita akan bahagia, senang, dan gembira.

Semua itu justru menjadi sebab jiwa resah, tertekan dan hanya menambah masalah. Karena bagaimanapun, segala sesuatu akan membawa keresahan, kesuntukan, dan 'pajak yang harus dibayar' untuk mendapatkannya.

"Dan, janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya." {QS. Thâhâ : 131}

Seorang reformis terbesar, Baginda Rasulullah Saw nan Agung, ternyata pernah hidup dalam kefakiran, sering membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur karena kelaparan. Di saat seperti itu, tak sebiji kurma pun yang bisa ia temukan untuk menahan rasa laparnya. Meski begitu, ia bisa hidup bahagia, tak banyak tekanan, dan damai.

"Dan, Kami telah menghilangkan daripadamu beban yang memberatkan punggungmu." {QS. Al-Insyirâh : 2-3}

"Dan, adalah karunia Allah atasmu sangat besar." {QS. An-Nisâ' : 113}

"Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan." {QS. Al-An'âm : 124}

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: "Kebaikan itu adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa yang terbesit di dalam dadamu, dan engkau tidak suka orang lain tahu akan hal itu."

Dan, kebaikan adalah kelegaan hati dan ketenangan di jiwa. Ada seorang bijak mengatakan, "Kebaikan itu jauh lebih lestari walaupun zaman telah berlalu lama, tapi dosa adalah sejelek-jelek bekal yang engkau simpan."

Dalam hadits yang lain disebutkan: "Kebaikan itu mendatangkan ketenangan, sedangkan dosa menimbulkan kecurigaan." Terus terang, orang yang berbuat baik akan selalu tenang, sedangkan yang curiga akan selalu sibuk ingin tahu apa yang terjadi, apa yang terdetik di dalam hati orang, benda apa saja yang bergerak, dan segalanya.

"Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan ditujukan kepada mereka." {QS. Al-Munâfiqûn : 4}

Mengapa? Karena mereka berbuat tidak baik. Adalah kenyataan bahwa orang yang berbuat tidak baik akan selalu resah, pikirannya ruwet, dan tidak pernah tenang karena takut.

"jika perbuatan itu buruk, maka buruk pulalah prasangkanya, dan yang biasanya dia anggap khayalan adalah benar"

Berbuat baik dan menjauhi segala keburukan adalah jalan bagi yang menginginkan kebahagiaan, untuk bisa tetap berada dalam rasa aman.

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." {QS. Al-An'âm : 82}

Kemurnian kualitas agama seorang muslim jauh lebih agung daripada kerajaan Kaisar Romawi maupun Kisra Persia. Agamalah yang akan selalu bersamanya hingga nanti di Syurga. Tapi kekuasaan dan kedudukan, akan sirna.

... "Sesungguhnya Allah sangat menyenangi seorang hamba yang kaya, yang taqwa, dan yang tidak menonjolkan diri" ...

- oleh Rhyo D'young Gunnerz -

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

______________
** Sumber : http://fii-megumi,blogspot,com/2012/06/what-is-happiness.html#more
Foto: ... WHAT IS HAPPINESS .. ? ... APAKAH KEBAHAGIAAN ITU ..?!? ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... "Jadilah engkau ibarat seorang yang terasing atau seorang yang numpang lewat saja." (Al-Hadits) 

"... Maka beruntunglah orang-orang yang terasing." (Al-Hadits) 

Kebahagiaan itu bukanlah istana Abdul Malik ibn Marwan, bukan pula pasukan Harun ar-Rasyid, bukan rumah mewah Al-Jashshash, bukan harta simpanan Qarun, bukan yang ada dalam buku Asy Syifâ' karya ibn Sina, bukan pula dalam koleksi syair (diwan) Al-Mutanabbi, dan bukan di taman-taman Cordoba, atau kebun-kebun bunga lainnya. 

Kebahagiaan itu, menurut para sahabat, adalah sesuatu yang tidak banyak menyibukkan, kehidupan yang sangat sederhana, dan penghasilan yang pas-pasan. 

Kebahagiaan itu menurut Ibnul Musayyib adalah pemahamannya terhadap Rabb-nya, menurut Al-Bukhari shahîh-nya, menurut Al-Hasan Al-Bashriy kejujurannya, menurut Asy-Syafi'iy hukum-hukum yang disimpulkannya, menurut Malik kehati-hatiannya, menurut Ahmad ibn Hanbal sikap wara'-nya, dan menurut Tsabit Al-Bunani ibadahnya. 

"Yang demikian itu ialah mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskan bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal shalih." {QS. At-Taubah : 120} 

.....
Kebahagiaan itu tidak terletak pada cek yang dicairkan, tidak pada kendaraan yang dibeli, bukan pada wangi bunga yang semerbak, bukan pada gandum yang ditumbuk, dan bukan pula pada kain yang dibentangkan. 

Kebahagiaan itu adalah keriangan hati, karena kebenaran yang dihayatinya. Kebahagiaan adalah kelapangan dada, karena prinsip yang menjadi pedoman hidup. Juga, kebahagiaan adalah ketenangan hati, karena kebaikan di sekelilingnya. 

Anggapan kita, ketika telah berhasil memperluas rumah, ketika bisa memperbanyak barang, dan ketika berhasil menumpuk semua perabotan dan apa saja yang kita senangi, kita akan bahagia, senang, dan gembira.

Semua itu justru menjadi sebab jiwa resah, tertekan dan hanya menambah masalah. Karena bagaimanapun, segala sesuatu akan membawa keresahan, kesuntukan, dan 'pajak yang harus dibayar' untuk mendapatkannya. 

"Dan, janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya." {QS. Thâhâ : 131} 

Seorang reformis terbesar, Baginda Rasulullah Saw nan Agung, ternyata pernah hidup dalam kefakiran, sering membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur karena kelaparan. Di saat seperti itu, tak sebiji kurma pun yang bisa ia temukan untuk menahan rasa laparnya. Meski begitu, ia bisa hidup bahagia, tak banyak tekanan, dan damai. 

"Dan, Kami telah menghilangkan daripadamu beban yang memberatkan punggungmu." {QS. Al-Insyirâh : 2-3} 

"Dan, adalah karunia Allah atasmu sangat besar." {QS. An-Nisâ' : 113} 

"Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan." {QS. Al-An'âm : 124} 

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: "Kebaikan itu adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa yang terbesit di dalam dadamu, dan engkau tidak suka orang lain tahu akan hal itu." 

Dan, kebaikan adalah kelegaan hati dan ketenangan di jiwa. Ada seorang bijak mengatakan, "Kebaikan itu jauh lebih lestari walaupun zaman telah berlalu lama, tapi dosa adalah sejelek-jelek bekal yang engkau simpan." 

Dalam hadits yang lain disebutkan: "Kebaikan itu mendatangkan ketenangan, sedangkan dosa menimbulkan kecurigaan." Terus terang, orang yang berbuat baik akan selalu tenang, sedangkan yang curiga akan selalu sibuk ingin tahu apa yang terjadi, apa yang terdetik di dalam hati orang, benda apa saja yang bergerak, dan segalanya. 

"Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan ditujukan kepada mereka." {QS. Al-Munâfiqûn : 4} 

Mengapa? Karena mereka berbuat tidak baik. Adalah kenyataan bahwa orang yang berbuat tidak baik akan selalu resah, pikirannya ruwet, dan tidak pernah tenang karena takut. 

"jika perbuatan itu buruk, maka buruk pulalah prasangkanya, dan yang biasanya dia anggap khayalan adalah benar" 

Berbuat baik dan menjauhi segala keburukan adalah jalan bagi yang menginginkan kebahagiaan, untuk bisa tetap berada dalam rasa aman. 

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." {QS. Al-An'âm : 82} 

Kemurnian kualitas agama seorang muslim jauh lebih agung daripada kerajaan Kaisar Romawi maupun Kisra Persia. Agamalah yang akan selalu bersamanya hingga nanti di Syurga. Tapi kekuasaan dan kedudukan, akan sirna. 

... "Sesungguhnya Allah sangat menyenangi seorang hamba yang kaya, yang taqwa, dan yang tidak menonjolkan diri" ...

- oleh Rhyo D'young Gunnerz -

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

______________
** Sumber : http://fii-megumi,blogspot,com/2012/06/what-is-happiness.html#more

kASIH SEJATI IBU

K

Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. “Bisa saya melihat bayi saya?” pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tanga
n dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.

Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata si ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.”

Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.

“Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik si ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?”

Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.

UNTUK DIRENUNGKAN :

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.

Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang.

Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan

Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH
Foto: KASIH SEJATI IBU

Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. “Bisa saya melihat bayi saya?” pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang. 

Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.” 

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik. 

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka. 

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata si ayah. 

Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. 

Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” 

Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.” 

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga. 

“Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik si ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?” 

Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini. 

UNTUK DIRENUNGKAN : 

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun. 

Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang. 

Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan

Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH

Rasulullah SAW mengajarkan 10 jurus kebal



Manusia selalu berusaha dengan berbagai macam cara untuk melindungi dirinya dari ganguan dan kejahatan orang lain. Banyak cara yang di tempuh dan jalan yang di lalui untuk tujuan ini.

Sejak zaman
dahulu dalam dunia persilatan telah kita dengar berbagai macam nama ilmu kesaktian. Kalau dulu anda pernah mengikuti sandiwara Saur sepuh tentu anda akan kenal pada Ajian serat jiwa dan Lampah umpuh ilmu pamungkas raja Madangkara Brama kumbara.

Di zaman rudal dan senjata muttakhir sekarang ini pun masih banyak orang yang mengejar ilmu kesaktian semacam ini, dengan berbagai macam tujuan dan alasan. Untuk menjaga diri, agar tekenal sebagai jawara, atau mungkin seorang ustadz atau dai’ mempelajarinya agar da’waknya lancar karena dapat mengalahkan atau paling tidak melindungin diri dari kejahatan orang yang tidak senang pada kebaikan.

Perlu juga kita ketahui, ilmu kadikjayaan ini ada dua sumber yang berbeda, biasa dikenal dengan sebutan ilmu hitam dan ilmu putih. Ilmu putih adalah kesaktian yang diperoleh dengan amalan tertentu yang tidak bertentangan dengan syariat islam, sedangkang ilmu hitam adalah kebalikannya kesaktian itu diperoleh dengan malakukan suatu amalan yang dilarang Allah.

Dalam tulisan ini saya ingin meunjukkan pembaca pada suatu kesaktian luar biasa sangat penting untuk kita miliki, hususnya yang berkecimpung dalam dunia da’wah. Ilmu ini adalah ilmu kebal yang diajarkan dan diwariskan Rasulullah SAW kepada sahabat-sahabatnya.

Yang saya maksud dengan ilmu kebal disini bukan kita tidak mempan disabet pedang, atau tidak bisa ditembus oleh peluru. Ilmu kebal tingkat tinggi yang diajarkan Rasulullah SAW adalah kekebalan hati. Orang yang menguasai ilmu ini tidak akan mudah sakit hati, tidak gampang tersulut kemarahannya, tidak gampang termakan hasutan orang, jauh dari dengki dan hasud sehingga hidupnya terasa benar-benar tentram.

Rasulullah sangat pemaaf, tidak mudah merasa sakit hati walaupun diperlakukan dengan perbuatan yang sangat menyakitkan sekalipun. Beliau dicaci dihina disakiti tetapi dengan mudahnya beliau melupakan itu semua.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah setiap kali pulang dari masjid Beliau diludahi oleh seorang kafir, suatu hari Raulullah SAW tidak mendapati orang tersebut, ketika Rasulullah mengetahui orang itu ternyata sakit beliau bergegas untuk menjenguknya, dan sebab itulah orang tersebut masuk islam. Dalam perjalanan da’wah ke Taif pun tidak kalah pedihnya cobaan yang Rasulullah SAW hadapi, Rasulullah SAW ditolak oleh pemimpin Tsaqiif bahkan beliau dilempari batu oleh budak-budak dan orang-orang bodoh dari mereka sehingga kedua kakinya berlumuran darah.

Ketika malaikat Jibril menawarkan untuk membinasakan mereka Rasulullah SAW menolak bahkan Rasulullah SAW mendoakan mereka agar mendapat pengampunan Allah.

Bukankah kita sering kali merasa sakit hati, tersinggung dan kecewa hanya karena hal sepele?

Keadaan seperti ini membuat kita mudah marah, menyimpan kebencian dan dendam pada orang yang ada disekitar kita. Padahal perasaan seperti itu kalau dibiarkan akan mengganggu kesehatan jasmani juga, seperti penyakit darah tinggi, jantung da lain-lain.kalai begitu kiranya anda sangat perlu untuk mendalami jurus-jurus sakti ini.

Apakah sepuluh jurus itu, dan bagaimana kita mengusainya?

Jurus-jurus itu adalah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah SAW.

Cara mendapatkan kekebalan itu adalah dengan memahami, menghayati dan berusaha mencontoh rasulullah SAW dalam mengamalkannya. Orang yang dapat mengusai jurus-jurus ini dengan sempurna bukan saja ia akan sakti di dunia, namun diakhiratpun dia dianggap sebagai jawara yang telah dapat mengalahkan hawa nafsunya. Ia akan mendapat pahala yang besar dan kemulian ari Allah SWT.

* Jurus pertama : Menahan Marah.

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat menahan amarah. Allah berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [آل عمران/134]

Artinya : Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan( kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbat kebajikan.(Ali Imran: 134)

* Jurus kedua : Ahlaq paling utama

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat meraih ahlaq paing utama. Rasulullah SAW bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا عقبة ألا أخبرك بأفضل أخلاق أهل الدنيا وأهل الآخرة تصل من قطعك وتعطى من حرمك وتعفو عمن ظلمك . جامع الأحاديث – (ج 37 / ص 309)

Rasulullah SAW bersabda : Wahai Uqbah tidakkah aku memberitahumu akan ahlaq paling utama bagi penghuni dunia dan aqhirat ? Engkau menyambung hubungan terhadap orang yang memutus hubungan denganmu, engkau memberi orang yang tidak mau memberimu, dan engkau memaafkan orang yang mendzalimimu.(jami’ul hadis juz 37, hal : 309)

* Jurus ketiga : Memaafkan

Jurus ini mengingatkan kita untuk mudah memafkan.

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ [الحجر/85]

Artinya : Maka maafkanlah dengan cara yang baik.(QS: Al-Hijr: 85)

* Jurus keempat : Ampunan Allah

Jurus ini mengingatkan kita agar mendapat ampunan Allah.

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ [النور/22]

Artinya : dan hendaklah mereka memafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah megampunimu? Dan Allah Maha pengampun lagi maha Penyayang.(QS: An-Nur: 22)

* Jurus kelima: Sabar

Jurus ini mengingatkan kita agar bersifat sabar. Allah berfirman :

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ [الشورى/43]

Artinya: Barang siapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia. (QS: As-Syuraa: 43)

* Jurus keenam : Wasiat Nabi

Jurus ini mengingatkan kita pada sebuah wasiat Baginda nabi SAW.

Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أوصني قال : لا تغضب ، فردد مرارا فقال لا تغضب . رواه البخاري

Artinya : Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ada seorang berkata kepada Nabi SAW : “Berilah aku
wasiat” Nabi berkata : “Janganlah egkau marah”. Orang itu mengulagi berkali-kali permintaannya, nabipun berkata : “janganlah engkau marah”. HR. Imam Buhori.

* Jurus ketujuh : Lemah lembut

Jurus ini mengingatkan kita akan kehebatan sikap lemah lembut. Rasulullah SAW bersabda :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه . رواه مسلم .

Artinya : dari Sayyidah A’isyah ra. Ia berkata: rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya lemah
lembut tidaklah berada pada suatu apapun kecuali akan menhiasinya, dan tidaklah dicabut sifat lemah lembut itu dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk. HR. Imam Muslim.

* Jurus kedelapan : Kekuatan inti

Jurus ini mengingatkan kita bahwa kekuatan yang sesungguhnya adalah menahan amarah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ليس الشديد بالصرعة ، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب . متفق عليه .

Artinya : dari Abu Hurairah ra. Bahwa rAsulullah SAW bersabda: Tidaklah kekuatan itu dengan menang dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan amarahnya ketika ia marah. HR. Imam Bukhari Muslim.

* Jurus kesembilan : Ihtimalul adza

Jurus ini mengingatkan kita bahwa ihtimalul adza (bersabar atas keburukan orang) adalah pembuka pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أن رجلا قال يا رسول الله ، إن لي قرابة أصلهم ويقطعونني ، وأحسن إليهم ويسيئون إلي ، وأحلمعنهم ويجهلون علي ، فقال : لئن كنت كما قلت كأنما تسفهم المل ، ولا يزال معك من الله ظهير عليهم ما دمت على ذلك . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa seorang berkata kepada rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku mempunyai kerabat, aku selalu menyambung hubungan baik dengan mereka tetapi mereka selalu memutuskannya, aku berbuat baik akan tetapi mereka membalasnya dengan keburukan, aku berlaku bijak akan tetapi mereka berlaku bodoh. Rasulullah SAW kemudian bersabda: Bila keadaannya seperti yang engkau katakan, mereka itu seperti meminum abu yang panas, dan senantiasa Allah akan memberikan pertolongan kepadamu selama kamu dalam keadaan demikian itu. ( HR Imam Muslim)

* Jurus kesepuluh : Do’a pamungkas

Mendoakan orang yang mendholimi dan menyakiti kita dengan doa yang baik adalah suatu yang luar bisa, seperti yang dilakukan rasulullah SAW terhadap penduduk Taif. Orang tidak akan dapat mendoakan orang yang menyakitinya dengan doa’ yang baik kecuali orang yang berhati mulia, dan itulah salah satu cirri-ciri penghuni surga.

Inilah kesepuluh jurus tersebut, jikalau anda tidak setuju dengan penamaannya dengan judul diatas, silahkan anda memeberinya nama dengan nama apa saja yang anda sukai tapi saya yakin andapun sependapat dengan saya inilah ahlaq yang diajarkan rasulullah SAW untuk melatih kekuatan hati.

Hafalkanlah kesepuluh jurus ini dengan baik pahami dan hayati ma’nanya dalam-dalam. Cobalah disaat anda merasa disakiti orang, hadirkan jurus-jurus ini satu demi satu, ajak hati anda untuk memahami menghayati dan membayangkan keagungan Ahlaq Rasulullah SAW, katakan pada hati anda bahwa Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi orang yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat yang dijanjikan Allah. Semoga dengan demikian kita tidak akan mudah merasa sakit hati.

Selamat mencoba…!
Semoga bermanfaat

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat

Sumber : www,addhiyaullami,org
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

Foto: Rasulullah SAW mengajarkan 10 jurus kebal

Manusia selalu berusaha dengan berbagai macam cara untuk melindungi dirinya dari ganguan dan kejahatan orang lain. Banyak cara yang di tempuh dan jalan yang di lalui untuk tujuan ini.

Sejak zaman dahulu dalam dunia persilatan telah kita dengar berbagai macam nama ilmu kesaktian. Kalau dulu anda pernah mengikuti sandiwara Saur sepuh tentu anda akan kenal pada Ajian serat jiwa dan Lampah umpuh ilmu pamungkas raja Madangkara Brama kumbara.

Di zaman rudal dan senjata muttakhir sekarang ini pun masih banyak orang yang mengejar ilmu kesaktian semacam ini, dengan berbagai macam tujuan dan alasan. Untuk menjaga diri, agar tekenal sebagai jawara, atau mungkin seorang ustadz atau dai’ mempelajarinya agar da’waknya lancar karena dapat mengalahkan atau paling tidak melindungin diri dari kejahatan orang yang tidak senang pada kebaikan.

Perlu juga kita ketahui, ilmu kadikjayaan ini ada dua sumber yang berbeda, biasa dikenal dengan sebutan ilmu hitam dan ilmu putih. Ilmu putih adalah kesaktian yang diperoleh dengan amalan tertentu yang tidak bertentangan dengan syariat islam, sedangkang ilmu hitam adalah kebalikannya kesaktian itu diperoleh dengan malakukan suatu amalan yang dilarang Allah.

Dalam tulisan ini saya ingin meunjukkan pembaca pada suatu kesaktian luar biasa sangat penting untuk kita miliki, hususnya yang berkecimpung dalam dunia da’wah. Ilmu ini adalah ilmu kebal yang diajarkan dan diwariskan Rasulullah SAW kepada sahabat-sahabatnya.

Yang saya maksud dengan ilmu kebal disini bukan kita tidak mempan disabet pedang, atau tidak bisa ditembus oleh peluru. Ilmu kebal tingkat tinggi yang diajarkan Rasulullah SAW adalah kekebalan hati. Orang yang menguasai ilmu ini tidak akan mudah sakit hati, tidak gampang tersulut kemarahannya, tidak gampang termakan hasutan orang, jauh dari dengki dan hasud sehingga hidupnya terasa benar-benar tentram.

Rasulullah sangat pemaaf, tidak mudah merasa sakit hati walaupun diperlakukan dengan perbuatan yang sangat menyakitkan sekalipun. Beliau dicaci dihina disakiti tetapi dengan mudahnya beliau melupakan itu semua.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah setiap kali pulang dari masjid Beliau diludahi oleh seorang kafir, suatu hari Raulullah SAW tidak mendapati orang tersebut, ketika Rasulullah mengetahui orang itu ternyata sakit beliau bergegas untuk menjenguknya, dan sebab itulah orang tersebut masuk islam. Dalam perjalanan da’wah ke Taif pun tidak kalah pedihnya cobaan yang Rasulullah SAW hadapi, Rasulullah SAW ditolak oleh pemimpin Tsaqiif bahkan beliau dilempari batu oleh budak-budak dan orang-orang bodoh dari mereka sehingga kedua kakinya berlumuran darah.

Ketika malaikat Jibril menawarkan untuk membinasakan mereka Rasulullah SAW menolak bahkan Rasulullah SAW mendoakan mereka agar mendapat pengampunan Allah.

Bukankah kita sering kali merasa sakit hati, tersinggung dan kecewa hanya karena hal sepele? 

Keadaan seperti ini membuat kita mudah marah, menyimpan kebencian dan dendam pada orang yang ada disekitar kita. Padahal perasaan seperti itu kalau dibiarkan akan mengganggu kesehatan jasmani juga, seperti penyakit darah tinggi, jantung da lain-lain.kalai begitu kiranya anda sangat perlu untuk mendalami jurus-jurus sakti ini.

Apakah sepuluh jurus itu, dan bagaimana kita mengusainya?

Jurus-jurus itu adalah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah SAW. 

Cara mendapatkan kekebalan itu adalah dengan memahami, menghayati dan berusaha mencontoh rasulullah SAW dalam mengamalkannya. Orang yang dapat mengusai jurus-jurus ini dengan sempurna bukan saja ia akan sakti di dunia, namun diakhiratpun dia dianggap sebagai jawara yang telah dapat mengalahkan hawa nafsunya. Ia akan mendapat pahala yang besar dan kemulian ari Allah SWT.

* Jurus pertama : Menahan Marah. 

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat menahan amarah. Allah berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [آل عمران/134]

Artinya : Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan( kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbat kebajikan.(Ali Imran: 134)

* Jurus kedua : Ahlaq paling utama 

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat meraih ahlaq paing utama. Rasulullah SAW bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا عقبة ألا أخبرك بأفضل أخلاق أهل الدنيا وأهل الآخرة تصل من قطعك وتعطى من حرمك وتعفو عمن ظلمك . جامع الأحاديث – (ج 37 / ص 309)

Rasulullah SAW bersabda : Wahai Uqbah tidakkah aku memberitahumu akan ahlaq paling utama bagi penghuni dunia dan aqhirat ? Engkau menyambung hubungan terhadap orang yang memutus hubungan denganmu, engkau memberi orang yang tidak mau memberimu, dan engkau memaafkan orang yang mendzalimimu.(jami’ul hadis juz 37, hal : 309)

* Jurus ketiga : Memaafkan 

Jurus ini mengingatkan kita untuk mudah memafkan.

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ [الحجر/85]

Artinya : Maka maafkanlah dengan cara yang baik.(QS: Al-Hijr: 85)

* Jurus keempat : Ampunan Allah 

Jurus ini mengingatkan kita agar mendapat ampunan Allah.

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ [النور/22]

Artinya : dan hendaklah mereka memafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah megampunimu? Dan Allah Maha pengampun lagi maha Penyayang.(QS: An-Nur: 22)

* Jurus kelima: Sabar 

Jurus ini mengingatkan kita agar bersifat sabar. Allah berfirman :

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ [الشورى/43]

Artinya: Barang siapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia. (QS: As-Syuraa: 43)

* Jurus keenam : Wasiat Nabi 

Jurus ini mengingatkan kita pada sebuah wasiat Baginda nabi SAW.

Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أوصني قال : لا تغضب ، فردد مرارا فقال لا تغضب . رواه البخاري

Artinya : Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ada seorang berkata kepada Nabi SAW : “Berilah aku
wasiat” Nabi berkata : “Janganlah egkau marah”. Orang itu mengulagi berkali-kali permintaannya, nabipun berkata : “janganlah engkau marah”. HR. Imam Buhori.

* Jurus ketujuh : Lemah lembut 

Jurus ini mengingatkan kita akan kehebatan sikap lemah lembut. Rasulullah SAW bersabda :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه . رواه مسلم .

Artinya : dari Sayyidah A’isyah ra. Ia berkata: rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya lemah
lembut tidaklah berada pada suatu apapun kecuali akan menhiasinya, dan tidaklah dicabut sifat lemah lembut itu dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk. HR. Imam Muslim.

* Jurus kedelapan : Kekuatan inti 

Jurus ini mengingatkan kita bahwa kekuatan yang sesungguhnya adalah menahan amarah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ليس الشديد بالصرعة ، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب . متفق عليه .

Artinya : dari Abu Hurairah ra. Bahwa rAsulullah SAW bersabda: Tidaklah kekuatan itu dengan menang dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan amarahnya ketika ia marah. HR. Imam Bukhari Muslim.

* Jurus kesembilan : Ihtimalul adza 

Jurus ini mengingatkan kita bahwa ihtimalul adza (bersabar atas keburukan orang) adalah pembuka pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أن رجلا قال يا رسول الله ، إن لي قرابة أصلهم ويقطعونني ، وأحسن إليهم ويسيئون إلي ، وأحلمعنهم ويجهلون علي ، فقال : لئن كنت كما قلت كأنما تسفهم المل ، ولا يزال معك من الله ظهير عليهم ما دمت على ذلك . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa seorang berkata kepada rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku mempunyai kerabat, aku selalu menyambung hubungan baik dengan mereka tetapi mereka selalu memutuskannya, aku berbuat baik akan tetapi mereka membalasnya dengan keburukan, aku berlaku bijak akan tetapi mereka berlaku bodoh. Rasulullah SAW kemudian bersabda: Bila keadaannya seperti yang engkau katakan, mereka itu seperti meminum abu yang panas, dan senantiasa Allah akan memberikan pertolongan kepadamu selama kamu dalam keadaan demikian itu. ( HR Imam Muslim)

* Jurus kesepuluh : Do’a pamungkas 

Mendoakan orang yang mendholimi dan menyakiti kita dengan doa yang baik adalah suatu yang luar bisa, seperti yang dilakukan rasulullah SAW terhadap penduduk Taif. Orang tidak akan dapat mendoakan orang yang menyakitinya dengan doa’ yang baik kecuali orang yang berhati mulia, dan itulah salah satu cirri-ciri penghuni surga.

Inilah kesepuluh jurus tersebut, jikalau anda tidak setuju dengan penamaannya dengan judul diatas, silahkan anda memeberinya nama dengan nama apa saja yang anda sukai tapi saya yakin andapun sependapat dengan saya inilah ahlaq yang diajarkan rasulullah SAW untuk melatih kekuatan hati.

Hafalkanlah kesepuluh jurus ini dengan baik pahami dan hayati ma’nanya dalam-dalam. Cobalah disaat anda merasa disakiti orang, hadirkan jurus-jurus ini satu demi satu, ajak hati anda untuk memahami menghayati dan membayangkan keagungan Ahlaq Rasulullah SAW, katakan pada hati anda bahwa Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi orang yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat yang dijanjikan Allah. Semoga dengan demikian kita tidak akan mudah merasa sakit hati.

Selamat mencoba…!
Semoga bermanfaat

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat

Sumber : www,addhiyaullami,org
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

MEMBANGUN MOTIVASI DALAM DIRI



Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri
, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.

Caranya? coba simak tips berikut ini:

1. Ciptakan sensasi

Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

2. Kembangkan terus tujuan anda

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

3. Tetapkan saat kematian

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.

4. Tinggalkan teman yang tidak perlu

Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

5. Hampiri bayangan ketakutan

Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

7. Mulailah dengan rasa senang

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

8. Berlatih dengan keras

Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulan:

Motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita.

Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH
Foto: MEMBANGUN MOTIVASI DALAM DIRI

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. 

Caranya? coba simak tips berikut ini: 

1. Ciptakan sensasi 

Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin. 

2. Kembangkan terus tujuan anda 

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda. 

3. Tetapkan saat kematian 

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda. 

4. Tinggalkan teman yang tidak perlu 

Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi. 

5. Hampiri bayangan ketakutan 

Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik. 

6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah 

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda. 

7. Mulailah dengan rasa senang 

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki. 

8. Berlatih dengan keras 

Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan. 

Kesimpulan: 

Motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita. 

Sumber : KUMPULAN CERITA PENUH HIKMAH